Penganiayaan Ratna Sarumpaet Disebabkan Oleh Motif Politik

Penganiayaan Ratna Sarumpaet Disebabkan Oleh Motif Politik

Calon presiden Prabowo Subianto yakin ada motif politik di balik dugaan penganiayaan yang dialami anggota Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo-Sandiaga Uno, Ratna Sarumpaet. Keyakinan Prabowo tersebut muncul karena tidak ada barang berharga maupun uang Ratna yang hilang pasca-penganiayaan.

Selain itu, kata Prabowo, Ratna sempat mengaku ada kalimat ancaman yang dilontarkan oleh pelaku terkait sikap politiknya. Prabowo mengatakan, dalam alam demokrasi, setiap orang bebas dalam memilih sikap atau pandangan politik apapun.

Jika ada pihak yang menganggap pernyataan Ratna selama ini sebagai fitnah, menurut Prabowo, seharusnya dapat diselesaikan melalui proses hukum. Mantan Komandan Jenderal Kopassus itu pun menyesalkan tindakan penganiayaan yang dialami oleh Ratna Sarumpaet.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan Prabowo pada Selasa kemarin, Ratna sempat menceritakan kronologi penganiayaan yang dialaminya. Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang menuturkan, Ratna dianiaya oleh tiga orang pada 21 September 2018 lalu di sekitar Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Setyo Wasisto menyebutkan pihaknya belum menerima laporan polisi (LP) soal dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet. Setyo juga membenarkan informasi bahwa polisi mencari keberadaan Ratna ke sejumlah rumah sakit yang ada di Bandung. Itu untuk menelusuri apakah Ratna sempat mendapat perawatan medis.

Kapolrestabes Bandung Kombes Irman Sugema menuturkan bahwa kantor polisi di Bandung tidak mendapatkan laporan soal penganiayaan Ratna Sarumpaet.