Pemilu Adalah Bentuk Demokrasi, Bukan Perang!!

Pemilu Adalah Bentuk Demokrasi, Bukan Perang!!

Ketua Majelist Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa pemilu adalah bukti Indonesia sebagai negara yang berdemokrasi.

Zulkifli berkata,”Negara yang demokratis ya begitu, menyelesaikannya dengan demokrasi, bukan perang, titah, dan sebagainya, tetapi dengan pemilu”.

Politikus asal Lampung ini menegaskan bahwa pemilu itu memperbarui komitmen kemitraan antara rakyat dengan wakilnya. Zulkifli juga menegaskan bahwa pemilu bukanlah perang.

Ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan bahwa salah besar jika ada yang menyatakan bahwa pemilu adalah perang total, apalagi perang badar.

“Itu keliru, itu kan memprovokasi. Urusan kita itu memilih. Maka harusnya menggembirakan pemilu itu, dan damai,” katanya.

Meski begitu, Zulkfili mengatakan bahwa ada persyaratan untuk mencapai pemilu yang damai. Menurutnya, tidak bisa pemilu berlangsung damai tanpa mengikuti konstitusi sebagaimana diatur Pasal 22E UUD NRI 1945. Menciptakan pemilu yang damai harus disertai dengan asas langsung umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

“Damai bisa didapat kalau luber plus jurdil. Kalau luber, jurdil, diragukan, apalagi penyelenggara saya khawatir pascapencoblosan itu jadi masalah,” ungkap dia.

Zulkifli mengingatkan Bawaslu, KPU, Polri, Kejaksaan, harus menjaga kepercayaan publik. Jangan sampai publik tidak mempercayai penegak hukum terpadu (gakkumdu) nantinya.

Zulkifli mengatakan, jangan sampai karena pemilu terjadi apa-apa dengan Indonesia karena yang rugi adalah rakyat.

“Kalau Indonesia ada apa-apa, jadi mundur jauh kita. Padahal, orang lain, negara lain, semakin maju,” ujarnya.

Karena itu, jelang 25 hari H Pemilu 2019, itu Zulkifli mengajak untuk meluruskan, menyejukkan dan meredam suasana. “Jangan menambah-nambah, jangan memprovokasi. Jaga persatuan kita,” ungkap Zulkifli.