Pembentukan Komite Damai Untuk Debat Paslon Putaran Ketiga

komite damai

Pembentukan komite damai untuk pelaksanaan debat ketiga sudah didasarkan atas evaluasi debat sebelumnya. Keputusan pembentukan ini sudah disepakati oleh paslon 1, paslon 2, serta badan pengawas pemilu.

Menurut komisioner KPU Wahyu Setiawan, komite damai ini bersifat antisipatif untuk mengatasi jika ada permasalahan dalam arena debat. Tentu saja kita kita tidak mengharapkan ada permasalahan tetapi sebagai bentuk antisipasi kita membuat Komite Damai.

Selain bersifat antisipatif, kata Wahyu, Komite Damai juga bertugas untuk memastikan bahwa seluruh aturan-aturan yang mengikat pengunjung dan penonton dalam arena debat bisa dipatuhi agar debat ketiga berjalan aman dan tertib.

“Salah satu bentuk penyelesaian final terakhir adalah jika ada undangan, ada pendukung yang datang ternyata membuat gaduh misalnya maka Komite Damai itu berwenang untuk mengeluarkan yang bersangkutan dari arena debat. Ini untuk memastikan ketertiban debat itu dapat terjamin,” pungkasnya.

Wahyu menegaskan kesepakatan dibentuknya Komite Damai berawal dari tujuan agar debat bisa berlangsung kondusif dan aman. Sebab menurutnya, debat bukan hanya kepentingan 500 undangan yang ada dalam arena debat melainkan ditonton oleh ratusan juta masyarakat Indonesia yang menonton melalui siaran televisi nasional.

“Oleh karena itu ini sudah disepakati bersama untuk meningkatkan pelayanan kita kepada seluruh rakyat Indonesia maka kita membentuk Komite Damai untuk memastikan debat itu berlangsung dengan lancar dan damai,” ucap Wahyu seraya menandaskan Komite Damai berisi masing-masing dua orang dari tim 01 dan 02 serta satu orang dari KPU dan Bawaslu.