Partai Berkarya – Partai Muda Peserta Pemilu 2019

partai berkarya

Partai Berkarya merupakan partai politik yang terbentuk dari gabungan 2 buah partai politik, yaitu partai beringin karya dan partai nasional republik. Partai karya sendiri mulai didirikan pada tanggal 15 Juli 2016 dan disahkan menjadi partai politik secara hukum 3 bulan kemudian. Tepatnya pada tanggal 13 Oktober 2016 dengan H. Hutomo Mandala Putra, S.H ketua umum partai terpilih periode 2017-2022

Setelah serangkaian panjang verifikasi partai politik sejak 2017 lalu, akhirnya pada tanggal 9 februari 2018 Partai Berkarya ditetapkan oleh komisi pemilihan umum sebagai salah satu partai baru yang memenuhi syarat untuk menjadi peserta pemilu legislatif 2019 yang akan datang.

Sebagai partai yang tergolong muda, Partai Berkarya lebih memfokuskan diri pada pengabdian dan dan perjuangan politik dalam beberapa topik yang menjadi isu nasional terkini. Mencakup 34 provinsi, 514 Kabupaten & Kotamadya, dan ribuan Kecamatan, puluhan ribu kelurahan/desa se-Indonesia, hingga pembinaan ke tingkat Anak Ranting (RT/RW).

Visi Partai Berkarya

Terwujudnya kehidupan bangsa Indonesia yang bertaqwa, aman, sejahtera, adil, dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Misi Partai Berkarya

  • Menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia.
  • Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa melalui penyelenggaraan negara yang demokratis, transparan dan akuntabel yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
  • Memerangi dan membasmi korupsi serta menegakkan supremasi hukum untuk mewujudkan keadilan dan kepastian atas hak dan kewajiban asasi manusia bagi seluruh rakyat Indonesia.
  • Membangun karakter bangsa dan sistem demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kepribadian bangsa dalam upaya membangun kehidupan masyarakat yang bertaqwa, aman, sejahtera, dan bermartabat.
  • Mencerdaskan kehidupan bangsa, serta berperan dalam membangun perdamaian dunia dengan politik luar negeri yang bebas aktif.
  • Melahirkan pemimpin yang jujur, tegas, berkemampuan, anti korupsi, memiliki jiwa kepemimpinan, pengemban, pengayom, dan pelayan bagi kepentingan rakyat, bangsa dan negara.
  • Melakukan rekonsiliasi nasional yang utuh dalam rangka menyatukan kembali tekat bersama untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik dan unggul sesuai cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945.
  • Membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan terampil.
  • Membangun sistem perekonomian nasional yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan, membuka kesempatan berusaha dan lapangan kerja seluas-luasnya bagi peningkatan pendapatan dan ksejahteraan rakyat dengan memanfaatkan dan mengembangkan Sumber Daya Alam secara tepat guna dan berdaya guna serta berkeadilan, berwawasan lingkungan dan kemaritiman.
  • Mengembangkan otonomi daerah untuk lebih memacu percepatan pembangunan di seluruh tanah air guna meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia.