Menelitik Kinerja Politik Luar Negeri Pemerintahan Jokowi JK

politik luar negeri Indonesia

Selama menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden, pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla tetap berupaya untuk mewujudkan kerja sama politik luar negeri yang lebih kolaboratif dan bermanfaat bagi warga negara Indonesia.

Namun, ketidakhadiran presiden Jokowi dalam beberapa acara pertemuan antara pemimpin negara-negara di dunia. Bahkan, Jokowi malah hanya mengutus wakil presiden Jusuf Kalla yang menghadiri pertemuan tersebut.

Sebagai tindakan yang dianggap tidak selaras dengan visi misi pemerintahan Jokowi, hal tersebut pernah menjadi pertanyaan yang disampaikan oleh tim jurnalistik.

Namun beliau menjawab ,”Kalau saya ke sana, ya apa manfaatnya buat masyarakat? Manfaat konkretnya apa?”

Ia mengatakan, Indonesia tetap menghormati berbagai acara yang melibatkan pemimpin di dunia. Akan tetapi, ia tak mau hadir jika tak membawa keuntungan bagi Indonesia.

Oleh karena itu, Presiden memprioritaskan pertemuan-pertemuan dengan pemimpin negara sahabat yang tidak hanya menguntungkan bagi kedua negara, melainkan secara khususjuga menguntungkan Indonesia.

Seperti apa catatan politik luar negeri Indonesia dalam 5 tahun kepemimpinan Jokowi-Jusuf Kalla?

Kepemimpinan dalam diplomasi internasional

1. Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

Indonesia terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2019-2020.

Indonesia dipercaya mewakili Asia Pasifik mengalahkan Maladewa. Lebih dari 2/ 3 negara Anggota PBB memercayai bahwa Indonesia mampu membangun jembatan perdamaian dan memajukan perdamaian dunia dengan cara-cara yang lebih diplomatis.

2. Mewujudkan perdamaian dunia dan dialog antar-peradaban

  • Indonesia berperan aktif dalam upaya perdamaian Palestina, yakni dengan melakukan:
  • Menolak status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
  • Mendesak PBB menjalankan prinsip demokrasi dari hasil voting terhadap status quo Israel
  • Menegaskan dukungan terhadap Palestina dalam pertemuan OIC Extraordinary Summit di Istanbul, Turki
  • Membebaskan biaya masuk kurma dan minyak zaitun asal Palestina ke Indonesia sejak tahun 2018 agar Palestina semakin mendapatkan keuntungan.

Selain Palestina, Indonesia juga mendorong rekonsiliasi kelompok berseteru di Afghanistan dengan cara:

  • Presiden Jokowi mengadakan pertemuan trilateral dengan Afghanistan dan Pakistan terkait penyebaran bibit perdamaian di Afghanistan yang melakukan kegiatan ekstremisme dan kekerasan
  • Indonesia memberikan bantuan beasiswa pelatihan polisi, pembangunan infrastruktur, pertukaran ulama, dan pemberdayaan perempuan di Afghanistan
  • Penyelenggaraan pertemuan Trilateral Ulama Afghanistan-Pakistan-Indonesia di Istana Presiden Bogor, 11 Mei 2019
  • Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menandatangani perjanjian pembangunan klinik “Indonesia Islamic Center.”

Indonesia juga aktif mengirimkan pasukan perdamaian.

Tercatat sebanyak 2.695 peacekeeper yang merupakan personel TNI/Polri bertugas pada 9 misi perdamaian dunia.

Bahkan, Indonesia menjadi negara terbesar ke-8 pengirim pasukan perdamaian di daerah konflik.

Indonesia juga aktif mengirimkan bantuan dan aktivis kemanusiaan ke daerah konflik di Asia dan Timur Tengah, misalnya Cox Bazaar dan Rakhine State, Myanmar; Jalur Gaza, Palestina-Israel dan Marawi, Filipina.

Upaya mewujudkan perdamaian dunia juga dilakukan pemerintah Indonesia dengan cara:

  • Melanjutkan dialog lntas agama secara bilateral dan multilateral dengan 30 negara dan 3 forum multilateral
  • Mengembangkan dan membangun pemahaman Islam Wassatiyyat kepada dunia melalui High Level Consultation of World Moslem Scholars on Wassatiyyat di Indonesia pada Mei 2018. Pertemuan ini melahirkan Bogor Ulama Declaration for Peace
  • Mengembangkan Bali Democracy Forum sebagai sarana strategis pengembangan demokrasi di kawasan dan dunia.

Diplomasi ekonomi

Melalui prinsip politik luar negeri bebas aktif dan zero enemy, Indonesia berupaya meningkatkan hubungan dagang dengan sejumlah negara.

Indonesia juga mendorong terbukanya pasar-pasar baru non-tradisional agar produk Indonesia dapat dirasakan manfaatnya bagi negara lain.

Berikut yang telah dilakukan untuk peningkatan hubungan dagang dengan negara lain :

1. Penyelenggaraan Indonesia-Africa Forum 2018

Melalui acara ini, Indonesia meraih transaksi sebesar 586,56 juta dollar Amerika Serikat dan ‘business announcement’ sebesar 1,3 miliar dollar Amerika Serikat.

2. Indonesia Fair 2018 di Bangladesh

Menghasilkan business deal sebesar Rp 3,76 triliun.

3. Trade Expo Indonesia 2017 di Rusia

Indonesia berhasil meraih transaksi bisnis dengan Rusia sebesar 50 juta dollar Amerika Serikat dari sawit dan kopi, Kopi Kapal Api sebanyak 25 kontainer senilai 850.000 dollar Amerika Serikat, dan kopi roasting dari Malang sebanyak 12 kontainer dengan nilai 1,2 juta dollar Amerika Serikat per tahun.

4. Annual Meeting IMF-World Bank di Bali 2018

Presiden Jokowi, dalam pidato saat acara ini, mengajak para pembuat kebijakan fiskal dan moneter dunia untuk mengesampingkan tujuan kejayaan negaranya dan lebih mengutamakan kerjasama global demi terciptanya kehidupan dunia yang harmonis.

Menganalogikan situasi pertarungan ekonomi global seperti dalam film serial ‘Game Of Thrones’, Presiden Jokowi mengatakan, konfrontasi dan perselisihan dalam bentuk apa pun akan mengakibatkan penderitaan.

“Bukan hanya bagi yang kalah, tetapi juga bagi yang menang. Ketika kemenangan juga dirayakan dan kekalahan juga diratapi barulah kedua-duanya sadar, tapi sudah terlambat,” ujar Jokowi.

“Kalau sadarnya baru belakangan, kemenangan atau kekalahan dalam perang selalu hasilnya sama, yaitu dunia yang porak-poranda. Padahal, tidak boleh kita melakukan perusakan hanya untuk menghasilkan sebuah kemenangan. Juga tidak ada artinya kemenangan yang dirayakan di tengah kehancuran,” lanjut dia.

Dalam pertemuan yang menelan biaya Rp 566 miliar itu, Indonesia menerima sejumlah manfaat langsung, yakni investasi untuk BUMN sebesar Rp 200 triliun dan penerimaan pajak yang diprediksi mencapai Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun.

Adapun, bagi Bali yang menjadi tempat acara, yakni peningkatan volume ekonomi sebesar Rp 5,9 triliun.

Perlindungan WNI

Dalam hal perlindungan WNI, berikut catatan kinerja pemerintahan Jokowi-JK dalam 5 tahun:

  • Sebanyak 51.088 kasus WNI di luar negeri diselesaikan
  • Sebanyak 39 WNI yang disandera di Filipina, Somalia, dan Libya dibebaskan
  • Tim hukum Indonesia membebaskan 443 WNI dari ancaman hukuman mati
  • Mengevakuasi sebanyak 16.432 WNI dari daerah perang, konflik politik dan bencana alam di seluruh dunia
  • Mengembalikan hak finansial WNI/ TKI di luar negeri sebesar Rp 388 miliar
  • Sebanyak 181.942 TNI berhasil direpatriasi ke Tanah Air.

Pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia Suzie Sudarman berpendapat, kinerja paling positif dari pemerintahan Jokowi-JK dalam hal politik luar negeri adalah soal perlindungan WNI di luar negeri.

Menurut dia, hanya pemerintahan Jokowi-JK yang berani memprioritaskan perlindungan WNI di luar negeri.

Sementara, soal peningkatan volume perdagangan, Suzie mengapresiasi instruksi Presiden Jokowi bahwa Indonesia harus memasuki pasar negara-negara non-tradisional.

Hal ini merupakan peluang baru bagi peningkatan kapasitas ekspor Indonesia yang berujung kepada perbaikan neraca perdagangan.

Namun, menurut dia, hal yang masih menjadi kendala adalah pola pikir dan cara pandang para diplomat Indonesia yang bertugas di penjuru dunia.

“Diplomat kita tidak dilatih untuk mencari pasar perdagangan. Jadi langkah yang baru saat ini, adalah pembalikan cara berpikir. Bagaimana mereka mengutamakan perdagangan. Selama ini lebih banyak budaya, padahal sebetulnya faktor bisnis. Jadi memang instruksi Jokowi itu ada kelambatan sedikit karena belum sinkron,” ujar Suzie.

Suzie juga mengapresiasi pemerintah yang menjaga agar ekonomi Indonesia tidak bergantung pada satu blok saja.

Hal ini sudah sejalan dengan prinsip politik luar negeri yang dianut, yakni zero enemy.

“Dia tidak menunjukkan permusuhan. Dia menerima IMF-World Bank, sekalipun dia tidak sepakat karena orangnya populis. Jadi, saya lihat cukup ada fleksibilitas. Misal lain, ketika berhubungan dengan China, dia imbangi juga dengan Amerika, Indo-Pasifik dan Timur Tengah. Itu kan artinya cukup jeli dia melihat,” kata Suzie.

Soal upaya Indonesia mewujudkan perdamaian dunia, Suzie menilai, Indonesia sudah cukup baik.

Namun, narasi yang harus selalu digelorakan adalah perjuangan Indonesia atas perdamaian dunia, mulai dari Palestina, Afghanistan hingga Myanmar, bukan semata-mata disebabkan Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia.