Masa Nako Mendesak KPK Untuk Menangkap Sandiaga Uno

nako desak kpk

Ratusan Masa dari Nusantara Anti Korupsi (NAKO) menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat 26 Oktober 2018 lalu. Para peserta aksi Nako mendesak agar KP segera melakukan penangkapan terhadap mantan wakil gubernur DKI sekaligus calon wakil presiden 2019 mendatang atas kasus korupsi diduga merugikan negara sebesar 25,95 miliar rupiah.

Hal ini menyusul kasus PT Duta Graha Indah (DGI), yang sudah berganti nama jadi PT Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) yang didakwa korupsi oleh jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Perusahaan tersebut diduga memperkaya korporasi sebesar ratusan miliar rupiah atas sejumlah proyek pemerintah yang saat itu digarab oleh Sandiaga Uno saat masih menjabat sebagai komisaris di PT. Duta Graha Indah.

Bahkan pria yang kini maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto itu pernah beberapa kali dipanggil penyidik KPK, dan dihadirkan jadi saksi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

NAKO pun mendesak KPK mengusut hingga tuntas kasus korupsi PT DGI. Lantaran menurut jaksa, PT DGI/NKE melawan hukum membuat kesepakatan memenangkan perusahaannya dalam lelang proyek Pembangunan Rumah Sakit Khusus Infeksi dan Pariwisata Universitas Udayana Tahun Anggaran 2009 dan 2010.

Pada proyek itu, DGI/NKE diduga memperkaya diri sendiri atau selaku korporasi sejumlah Rp24,778 miliar. Kemudian, memperkaya Muhammad Nazarudin beserta korporasi yang dikendalikannya yakni PT Anak Negeri, PT Anugerah Nusantara, dan Permai Group Rp10, 29 miliar.

Menurut jaksa KPK, pada awal 2009 bertempat di kantor Anugerah Group, Dudung Purwadi selaku direktur utama PT DGI menghadiri pertemuan atas undangan Muhammad Nazarudin.

Selain proyek itu, dengan bantuan Muhammad Nazarudin, PT NKE/DGI juga jadi penyedia barang dan atau jasa atas beberapa proyek pembangunan lain, diantaranya yaitu, Proyek Gedung Wisma Atlet Jakabaring di Palembang, dengan jumlah keuntungan Rp42,71 miliar.

Selanjutnya, Proyek Gedung Rumah Sakit Pendidikan Universitas Mataram, Provinsi NTB, yang jumlah keuntungan mencapai Rp23, 9 miliar, dan proyek pembangunan Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Surabaya, Provinsi Jawa Timur, dengan jumlah keuntungan Rp 44,536 miliar.

Kemudian, proyek Gedung RSUD Sungai Dareh di Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat, dengan jumlah keuntungan Rp20,5 miliar, serta proyek Gedung Cardiac di RS Adam Malik Medan, dengan jumlah keuntungan Rp4 miliar, dan proyek Gedung BP2IP Surabaya, Jawa Timur, dengan keuntungan Rp44,5 miliar.

Selain itu, proyek Paviliun RS Adam Malik Medan dengan jumlah keuntungan Rp2,16 miliar, dan proyek Rumah Sakit Tropis Universitas Airlangga, Surabaya, pada 2009 dan 2010, dengan jumlah keuntungan Rp77,4 miliar.