Kekosongan Posisi Wakil Gubernur DKI Harus Segera Diisi

kursi wakil gubernur DKI

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam sela acara pembukaan pekan kerja nyata revolusi mental 2018 di Manado, Sulawesi Utara, mendorong kursi Wagub DKI segera diisi karena gubernur dan wakil gubernur merupakan satu kesatuan wakil pemerintah pusat di daerah dalam menjalankan program pemerintah pusat. Hal ini dikarenakan kompleksitas DKI yang cukup besar.

Namun, Tjahjo tidak menyebutkan berapa lama waktu yang diinginkannya, ia hanya meminta agar pengisian kekosongan Wagub DKI segera diproses.

Kemendagri dikatakannya sudah berkomunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan DPRD DKI serta menyerahkan mekanismenya pada keduanya.

Mekanismenya adalah Gubernur DKI Jakarta mengajukan dua nama calon kepada DPRD DKI Jakarta, selanjutnya DPRD memutuskan dan oleh gubernur diserahkan kepada Presiden lewat Mendagri untuk dikeluarkan keppres.

Ia memahami terdapat proses politik juga dalam partai pangusung dalam memutuskan sosok untuk menggantikan Sandiaga Uno.

Ada pun Ketua DPD Gerindra DKI, M. Taufik, mengatakan akan segera melakukan pertemuan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai mitra koalisi untuk membahas posisi wakil gubernur DKI Jakarta.

Rapat itu akan mengoordinasikan terkait nama yang disepakati untuk diusulkan ke DPRD. Sebelumnya Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyerahkan keputusan usulan nama calon wagub kepada Taufik.