Joko Widodo Bercerita Kesuksesan Saat Terpilih Menjadi Walikota Solo

jokowi cerita pengalaman terpilih walikota solo

Presiden RI Joko Widodo menceritakan suksesnya saat memenangkan pemilihan walikota Solo. Padahal setahun sebelum pemilihan walikota tersebut, tidak ada satu wargapun yang mengenal sosok Jokowi. Karena itu beliau berusahaan mendekati masyarakat dengan cara door to door.

Jokowi bercerita bahwa pada saat pemilihan wali kota Solo, terdapat 4 kandidat walikota Solo. Satu merupakan calon pertahana, satu berlatar belakang pengusaha besar, dan satu calon lagi adalah ketua kadin yang sangat terkenal.

Namun, kata Jokowi, pada pilwako itu dia berhasil memperoleh 37 persen suara dan menang. “Hanya 37 persen, tapi yang penting menang,” katanya.

Kemudian, dia melanjutkan, pada pilwako periode keduanya juga demikian. Menurut Jokowi, sebenarnya dia sudah tidak mau ikut pilwako lagi. “Tapi saya didesak-desak terus, ya sudah saya mau. Tapi saya tidak mau keluar apa-apa,” jelasnya.

Jokowi lantas melakukan pendekatan door to door lagi. Kali ini dia datang kepada rakyat dan menceritakan apa yang sudah dan akan dilakukan. Misalnya, sudah membuat kartu sehat, kartu pintar, dan pembangunan infrastruktur, terutama pasar, dan jalan di kampung-kampung. “Setelah ngomong-ngomong, pulangnya saya menyalami masyarakat,” katanya.

Nah, kata Jokowi, saat bersalaman dengan masyarakat itu dia sambil berhitung dan tahu mana yang mendukung dan tidak.

“Sambil ngitung salamannya, oh dukung. Masuk pintu yang lain salami, oh dukung. Saya mengerti betul waktu salaman tahun yang dukung atau tidak, oh ini ragu-ragu, besok saya datangni lagi,” katanya disambut tepuk tangan kader Partai Hanura.

Menurut dia, inilah pentingnya melakukan pendekatan door to door sembari memberikan penjelasan dan mencuri hati rakyat. “Setelah itu saya lakukan, dari 37 persen pilkada pertama, kemudian pilkada kedua memperoleh 91 persen,” jelasnya.

Menurut Jokowi, pendekatan door to door itu dilakukan dari tengah malam hingga subuh, dan seterusnya. Jokowi menjamin hal itu akan berhasil. “Saya jamin, saya berani jamin. Kalau itu saya berani jamin. Jadi, terus tumbuhkan keyakinan kepada rakyat akan kemampuan kita,” ungkap Jokowi.

Dia juga mengingatkan, rakyat itu bukan hanya mereka yang aktif di Twitter, Facebook, maupun Instagram. Banyak pula masyarakat yang tidak bersentuhan dengan media sosial. Mereka ada di mana-mana. “Semuanya harus kita jangkau,” tegasnya.

Menurut Jokowi, waktu menuju pemilu sudah tidak banyak. Saatnya mengerahkan seluruh energi untuk terus turun ke rakyat serta lebih aktif menyampaikan kinerja yang sudah dan akan dilakukan.

“Soliditas, sinergi antartim sangatlah penting, perkuat jaringan dengan akar rumput. Saya yakin dengan cara ini perjuangan akan membuahkan hasil yang maksimal,” pungkas Jokowi.