Duta Besar Indonesia Menyatakan Tidak Akan Ada Uang Jaminan Untuk Habib Rizieq

habib ditahan di arab

Duta besar Indonesia yang berada di Arab Saudi menyatakan bahwa tidak akan anda uang jaminan untuk pembebasan pemimpin Front Pembela Islam, Muhammad Rizieq Shihab yang ditahan oleh otoritas Arab Saudi Senin lalu. Indonesia memutuskan untuk mengikuti aturan hukum yang berlaku di Arab Saudi

Agus Maftuh menegaskan, yang dilakukan pihaknya adalah lobi-lobi dengan otoritas Saudi, tanpa menjelaskan dengan rinci. Menurut Agus Maftuh, Rizieq Shihab diperiksa selama 28 jam dengan didampingi staf KBRI. Namun ia enggan mengungkapkan seperti apa pemeriksaan itu berlangsung dan pertanyaan apa saja yang dilancarkan otoritas Saudi kepada Rizieq Shihab.

Pihak KBRI, kata dia, hingga kini masih menunggu nota resmi dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi tentang kasus hukum apa yang menjerat Rizieq Shihab. Nota resmi tersebut dijanjikan akan dikirim secepatnya.

Maftuh berharap, Rizieq Shihab hanya terkena masalah overstay atau izin tinggal. Jika seperti itu, maka KBRI tidak perlu mengirimkan pengacara. Seperti diketahui, Rizieq keluar dari Indonesia sejak April 2017 dan memegang visa kedaluwarsa sejak 20 Juni lalu.

Dari informasi yang diperoleh KBRI, kata Agus Maftuh, Rizieq Shihab diperiksa dan sempat ditahan aparat Saudi terkait bendera hitam bertuliskan kalimat Tauhid yang terpampang di dinding kediamannya di Mekah.

Bendera yang dilaporkan mirip dengan bendera ISIS yang terpasang di dinding belakang rumahnya di Mekkah juga sudah dicopot.

Berdasarkan penelusuran KBRI , diketahui tempat tinggal Rizieq di Mekah didatangi polisi pada Senin (05/11) sekitar pukul 08:00, “karena diketahui adanya pemasangan bendera hitam yang mengarah pada ciri-ciri gerakan ekstremis” pada dinding belakang rumah Rizieq.

Sesudah diperiksa oleh kepolisian Mekah, pada pukul 16:00, Rizieq dibawa ke kantor polisi oleh kepolisian Mekah dan badan intelijen umum Saudi, Mabahis ‘Ammah, dan ditahan selama proses penyelidikan dan penyidikan.

Setelah itu, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah Kota Mekah keesokan harinya, Selasa pukul 16:00.

Lalu malam harinya, pada pukul 20:00, Rizieq dikeluarkan dari tahanan kepolisian dengan didampingi staf KJRI. Namun tak jelas apakah ada uang jaminan yang dibayarkan kepada otoritas Saudi.

Alumni 212: Ini rekayasa ‘intelijen hitam’

Sementara itu, Juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, menampik keterangan yang menyatakan bahwa Rizieq Shihab ditangkap. Lebih jauh, Novel mengklaim bahwa kasus ini merupakan hasil pekerjaan “intelijen hitam” yang berusaha mencelakai Rizieq.

Ia yakin bahwa Rizieq yang merupakan anggota dewan pembina Alumni 212 tidak pernah memasang bendera yang menurut aparat keamanan Arab Saudi mengacu pada gerakan ekstremis.

“Jangan dibilang Habib Rizieq pernah memasang yaitu bendera kalimat tauhid. Perlu diperjelas, tidak pernah kita memasang, membela HTI, yang ada kita membela kalimat tauhid.

“Kalaupun bendera kalimat tauhid juga enggak pernah dipasang, itu memang sudah direkayasa, ditaruh, difoto, dicopot lagi, dan kita melihat kondisi-kondisi itu semua penuh dengan rekayasa.”

Ketika ditanya apa dasar tuduhannya soal “intelijen hitam” tersebut, Novel menjawab, “Karena itu semuanya rekayasa, yang kita enggak pernah bikin, yang kita enggak pernah berbuat. Enggak mungkin ada orang secara pribadi, yang enggak didukung dengan kekuatan-kekuatan, melakukan itu semua.”

Pemimpin FPI Rizieq Shihab ketika menjadi saksi dalam sidang kasus penodaan agama yang menjerat mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, Februari 2017 lalu.
Bagaimanapun, Rizieq sebelumnya dilaporkan menyerukan lewat akun Twitter-nya – yang kini telah dibekukan – agar bendera bertulisan kalimat tauhid, yang disebut sebagai “bendera dan panji Rasulullah SAW” dipasang di posko-posko FPI dan di rumah-rumah para anggotanya.

Dalam cuitan pada 23 Oktober 2018 yang dikutip detik, akun @RizieqSyihab juga mengimbau para simpatisan FPI serta alumni 212 juga seluruh umat Islam di Indonesia untuk “pasang & mengibarkan Bendera serta Panji Rasulullah SAW.”

Rizieq Shihab tinggal di Arab Saudi setelah menghadapi sejumlah kasus hukum di Indonesia, termasuk kasus dugaan penyebaran konten pornografi. Perkara-perkara itu sudah dihentikan pemeriksaannya. Pemerintah RI telah mempersilakan Rizieq Shihab untuk pulang, namun ia memilih untuk tetap tinggal di Arab Saudi.